Sewang, Anwar (2017) Sejarah Peradaban Islam. Wineka Media, Parepare, Indonesia. ISBN 978 602 092 3 888

[thumbnail of Full text]
Preview
Text (Full text)
Sejarah Peradaban Islam.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Sejarah secara etimologi bersal dari bahasa Arab “sejarah” yang mempunyai arti pohon kehidupan dan kita kenal bahasa ilmiah yakni history. History berasal dari kata benda yunani yaitu historia berarto sesuatu penjelasan sistematis mengenai seperangkat gejala alam, baik susunan kronologi yang merupakan faktor atua tidak di dalam penjelasan, sedangkan dalam bahasa Arab sendiri. Istilah sejarah dikenal dengan tarikh, yakni cabang ilmu pengetahuan yang berkanaan dengan teknologi berbgai peristiwa. Menurut pembagian waktu, pengertian istilah sejarah itu dapat diartikan kedalam arti sempit dan arti luas. Dalam ari sempit sejarah adalah dimulai semenjak manusia mengenal tulisan. Sedangkan sejarah dalam arti dalam arti luas adalah pengetahuan yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang benar-benar terjadi didalam kehidupan masa lalu, termasuk kedalamnya masa prasejarah. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sejarah adalah kronologi peristiwa atau kejadian masa lampau yang pernah dan benar-benar terjadi di masa lampau atau masa lalu. Sejarawan Indonesia, seperti kartono kartodirjo dalam bukunya membagi pengertian sejarah pada pengertian subjektif dan objektif. Sejarah dalam arti subjektif adalah suatu kontruk, yakni bangunan yang disusun penulis sebagai suatu aliran atau cerita. Uraian atau cerita itu merupakan suatu kesatuan atau unit yang menggambarkan suatu gejala sejarah, baik proses maupun struktur, kesatuan ini menunjukkan koherensi, artinya berbagai unsur bertalian suatu sama lain dan merupakan satu kesatuan. Fungsi unsur-unsur itu saling menompang dan sedang bergantung satu sama lain. Disebut subjektif tidak lain karena sejarah memuat unsur-unsur dan isi subjek. Sejarah dalam arti objektif adalah menunjuk kejadian atau peristiwa itu sendiri, yakni proses sejarah dan oktualisasinya. Kejadian itu sekali terjadi tidak dapat diulang atau terulang lagi. Orang yang memiliki kesempatan mengalami suatu kejadian pun sebenarnya hanya dapat mengamati sebagian dari totalitas kejadian itu.

Item Type: Book
Depositing User: Subhan Saleh
Date Deposited: 06 Feb 2020 02:29
Last Modified: 26 Oct 2020 22:44
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/1058

Actions (login required)

View Item View Item